PEMBENTUKAN LAZIS ZAWIYAH JAKARTA

spanduk lazis

Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) ZAWIYAH JAKARTA

Seperti di jelaskan sebelumnya bahawa sebelum dibuatnya Undang-Undang RI No. 38 tahun 1999, pada masa awal pengelolaan ZIS dilaksanakan secara tradisional oleh pengurus masjid, perorangan, yayasan, majelis taklim, pesatren, dan sebagainya. Kegiatan pengelolaan ZIS pada masa tersebut bersifat sporadis dan insidental yang meliputi dua hal yaitu pengumpulan oleh muzaki dan penyaluran langsung kepada mustahik (8 asnaf) plus anak yatim. Kemudian pada awal tahun 1990 konsep untuk membuat lembaga pengelolaan ZIS secar profesional mulai bermunculan, ini ditandai oleh terbentuknya Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh Dompet Dhuafa (DD) oleh harian umum Republika ditahun 1993 yang sukses dalam penghimpunan, penyaluran dan pendayagunaan dana ZIS, sehingga menjadi motivator terbentuknya lembaga-lembaga serupa di seluruh tanah air

Berdasarkan konsep pengelolaan ZIS yang maju, dana ZIS dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip manajemen keuangan terkini dan kesinambungan. Dengan diperkenalkannya cara baru dalam pengelolaan dana ZIS tersebut, maka dimulailah babak baru dalam pengelolaan dana ZIS di Indonesia dan masyarakat mulai meninggalkan cara lama yang sifatnya tradisional. Reformasi dalam pengelolaan dana ZIS tersebut kemudian memperoleh legitimasi dari pemerintah dengan diundangkannya UUPZ dalam tahun 1999.

Beberapa bagian uraian pada penjelasan umum UUPZ yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam kaitannya dengan pembentukan suatu badan/Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh adalah sebagai berikut:

a. Agar menjadi sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial, perlu adanya pengelolaan zakat secara profesional dan dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan, dan pelayanan kepada muzakki, mustahiq, dan pengelola zakat. Untuk maksud tersebut, perlu adanya undang-undang tentang pengelolaan zakat yang diberasaskan iman dan takwa dalam rangka mewujudkan keadilan sosial,kemaslahatan keterbukaan, dan kepastian hukum.

Tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penunaian dan dalam pelayanan ibadah zakat, meningkatnya fungsi dan peranan pranata keagamaan dalam upaya mewujudkan kejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, serta meningkatnya hasil guna dan daya guna zakat.

Undang-undang tentang pengelolaan zakat juga mencakup pengelolaan infaq, shadaqah, hibah, wasiat, waris, dan kafarat dengan perencanaan, organisasian, pelaksanaan, dan pengawasan agar menjadi pedoman bagi muzakki dan mustahiq, baik perseorangan maupun badan hukum/badan usaha.

  1. Untuk menjamin pengelolaan Zakat sebagai amanah agama, dalam undang-undang ini tentukan adanya unsur pertimbangan dan unsure pengawas yang terdiri atas ulama, kaum cendekia, masyarakat, dan pemerintah serta adanya sanksi hukum terhadap pengelola.

Dengan dibentuknya undang-undang tentang pengelolaan Zakat, diharapkan dapat ditingkatkan kesadaran muzakki untuk menunaikan kewajiban zakat dalam rangka menyucikan diri terhadap  harta yang dimilikinya, mengangkat derajat mustahiq, dan meningkatnya keprofesionalan pengelola zakat, yang semuanya mendapatkan ridha Alloh SWT

Sedangkan beberapa ketentuan teknis sebagaimana ditetapkan dalam UUPZ, yang penting dan strategis dalam kaitannya dengan pembentukan suatu badan/Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh adalah sebagai berikut:

Pengelola zakat adalah kegiatan perncanaan, pengoganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan zakat.

  1. Pengelolaan zakat dilakukan oleh Badan Amil Zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah dan Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) yang dibentuk oleh masyarakat dan dikukuhkan, dibina dan dilindungi oleh pemerintah. BAZ dibentuk di ingkat Nasional hingga tingkat Kecamatan, sedangkan LAZ hanya dibentuk di tingkat nasional dan provinsi. BAZ dan LAZ bertanggung jawab kepada pemerintah sesuai dengan tingkatannya.
  2. Zakat meliputi zakat mal dan zakat fitrah. BAZ dan LAZ dapat menerima harta selain zakat, seperti infaq, shadaqah, hibah, wasiat dan kafarat.
  3. Muzakki melakukan perhitungan sendiri hartanya dan kewajiban zakatnya berdasarkan hukum agama Muzakki dapat meminta bantuan kepada BAZ/LAZ untuk menghitungkan zakatnya.
  4. Zakat yang telah dibayarkan kepada BAZ/LAZ akan menguangi pendapatan kena pajak para Muzakki yang bersangkutan (tidak termasuk obyek pajak penghasilan/PPh).
  5. Hasil pengumpulan zakat didayagunakan untuk mustahiq sesuai ketentuan agama, berdasarkan skala kebutuhan mustahiq dan dapat dimanfaatkan untuk usaha yang prodktif. Hasil penerimaan infaq, shadaqah hibah, wasiat, waris,dan kafarat didayagunakan terutama untuk usaha yang produktif.
  6. Masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan BAZ dan LAZ dalam bentuk memperoleh informasi tentang pengelolaan zakat, menyampaikan saran dan pendapat, serta memberikan laporan atas terjadinya penyimpangan pengelolaan zakat.
  7. Setiap pengelola zakat yang karena kelalaiannya tidak mencatat atau mencatat dengan tidak benar harta zakat dan non-zakat diancam dengan hukuman kungan selama-lamanya tiga bulan/ atau denda sebanyak-banyaknya Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).
  8. Selambat-lambatnya dua tahun sejak diundangkannya UUPZ 1999, setiap organisasi pengelolaan zakat yang telah ada, wajib menyesuaikan diri dengan ketentuan UUPZ.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka sudah sepatutnya didirikan Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) di lingkungan LAZIS Zawiyah Jakarta sebagai langkah awal berdirinya Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh yang dikelola secara professional dan diharapkan dapat bermanfaat bagi Yayasan khususnya dan ummat pada umumnya.

  1. I.    Potensi LAZIS Zawiyah Jakarta dalam Pengembangan LAZ

Salah satu motivasi awal dalam pendirian Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) di lingkungan LAZIS Zawiyyah Jakarta adalah niat mulia sebagian Pengurus Yayasan untuk berbagi kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan dan untuk mengembangkan syiar Islam kepada seluruh Ummat untuk dapat terwujud “Rahmatan Lil Alamin”. Adapun potensi-potensi yang dapat dikembangkan dinilai telah cukup memadai, karena ditunjang pula oleh jaringan yang luas oleh para pengurus Yayasan, sehingga diharapkan nilai tersebut akan lebih bertambah dan targetnya lebih mengena dalam rangka melipat gandakan pahala para muzakki.

Penghimpunan ZIS dilingkungan LAZIS Zawiyah Jakarta

Sejak awal berdirinya Yayasan hingga kini, kegiatan penghimpunan dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ; melalui kotak amal, penyaluran melalui pengelola Yayasan, gelar sorban, dan sebagainya. Sehubungan dengan hal tersebut sebagai langkah awal kegiatan penghimpunan dana ZIS maka diperlukan reorganisasi agar tidak terjadi ketimpangan dan dapat tercipta inovasi-inovasi terbaru dalam upaya kegiatan penghimpunan di LAZIS Zawiyah Jakarta melalui LAZ

  1. Kegiatan Sosial di LAZIS Zawiyah Jakarta

Kegiatan sosial yang telah dijalankan pada awalnya merupakan kegiatan untuk menjalin kepedulian dari Yayasan kepada lingkungan , seperti santunan kepada fakir miskin dan anak yatim, Beasiswa kepada anak dhuafa berprestasi, bantuan kedaerah bencana, dan sebagainya. Walau kegiatan sosial telah berjalan, upaya untuk melayani ummat bahkan Yayasan sendiri dirasakan belum optimal karena keterbatasan dana dan belum adanya wadah yang serius serta transparan dalam pengelolaan dan penghimpunan zakat, oleh karenanya pembentukan LAZ LAZIS Zawiyah Jakarta menjadi begitu penting untuk dilaksanakan segera.

II.    Strategi Pengembangan dan Keorganisasian Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyah Jakarta

Visi-Misi, Strategi, dan Tujuan LAZ LAZIS Zawiyah Jakarta

Visi Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyah Jakarta :

“Menjadi lembaga pengelolaan ZISWAF yang professional, tangguh, dan amanah dalam memberdayakan ekonomi Yayasan khususnya dan umat pada umumnya”

Misi Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyah Jakarta

  • Berperan serta dalam menyadarkan dan menggali potensi dana ZISWAF yang berasal dari jaringan Yayasan khususnya dan ummat pada umumnya secara professional dan transparan untuk digunakan sebaik-baiknya bagi kemaslahatan ummat
  • Berinovasi dalam melipat gandakan pahala para muzakki melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi para mustahik secara sistematik dan tepat sasaran
  • Mewujudkan perubahan status mustahik menjadi muzakki dan melayani kepentingan dari keduanya

 Strategi Umum Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyah Jakarta

Mengoptimalkan potensi zakat dengan mengupayakan serta menyediakan berbagai fasilitas dan sarana bagi para muzakki untuk memberi kenyamanan dalam pembayaran zakat, seperti :

  1. Membuat gerai layanan pembayaran ZISWAF
  2. Penyediaan mesin debit
  3. Transfer ke rekening ZISWAF
  4. Melalui SMS ZISWAF di telepon selular
  5. Pengumpulan melalui Majelis Taklim
  6. Pembayaran Zakat via internet dan telepon banking
  7. Jemput zakat muzakki
  • Menyediakan program-program  pemberdayaan dalam pendistribusian dana ZISWAF secara sistematik dan tepat sasaran
  • Penggunaan teknologi IT dan pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam operasional Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) agar berjalan optimal dalam pelayanan kepada muzakki dan mustahik
  • Berkoordinasi dengan Pengurus dan Jaringan Yayasan untuk memaksimalkan Sumber Daya Insani LAZIS Zawiyah Jakarta

Tujuan Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyyah Jakarta

Mendidik ummat bahwa kedermawanan akan memberikan arti dalam membantu perkembangan ekonomi usaha kecil di lingkungan suatu komunitas baik lokal maupun regional

  • Memaksimalkan potensi ummat di suatu komunitas atau lingkungan sekitar  LAZIS Zawiyah Jakarta yang belum tersalurkan khususnya di bidang ekonomi karena keterbatasan dalam memperoleh kesempatan berusaha dan juga pembinaan
  • Sebagai sarana dakwah dibidang sosial dan ekonomi dalam rangka aktualisasi paradigma baru pengelolaan dan pendayagunaan dana ZISWAF
  • Mengembangkan ekonomi ummat yang selaras dengan pembangunan ekonomi bangsa, seperti mengurangi masalah pengangguran dan angka kemiskinan
  • Meningkatkan kapitalisasi penghimpunan dana ZISWAF Yayasan dan ummat
  1. Keorganisasian

Dalam UUPZ tidak mengatur secara khusus mengenai susunan organisasi Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh atau Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS)namun secara tidak ada salahnya apabila kita mengacu pada susunan organisasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Yang terdiri dari Dewan Penasihat, Badan Pengawas yang didukung oleh Sekretaris dan Bendahara selanjutnya pengelolaan oleh Direktur membawahi Divisi Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh (LAZIS) masing-masing membawahi unit-unit Penghimpunan, pendayagunaan. Untuk Divisi Baituttaamwil nantinya mengarah pada penghimpunan dan penyaluran dana komersial yang membawahi unit-unit seperti Account Officer, Administrasi dan Keuangan.

 Rencana Program Lembaga Amil Zakat Infaq & Shodaqoh LAZIS Zawiyah Jakarta

Penciptaan Lapangan pekerjaan untuk dhuafa dalam bentuk usaha sektor riel

  1. Mengadakan kegiatan ketrampilan dan kewira usahaan hingga siap dipekerjakan atau disinergikan dengan kegiatan diatas
  2. Pemberdayaan kampung miskin dan tertinggal dengan menggandeng perusahaan-perusahaan swasta atau BUMN dalam bentuk Corporat Social Responsibility
  3. Pemberian beasiswa bagi anak yatim dan kurang mampu
  4. Pengembangan usaha jasa, seperti bengkel, pencucian kendaraan, transportasi, tours & travel, konsultan, agen ticket, dsb.
  5. Penyelenggaraan Haji, Umrah, dan Wisata ruhani ke tempat bersejarah bagi umat muslim
  6. Bantuan bencana keberbagai daerah di wilayah Nusantara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s