ISTIGOTSAH

ZAWIYAH JAKARTA

— SELAYANG PANDANG —

PENDAHULUAN- Istigotsah

K.H. Saifuddin Amsir seorang ulama Betawi sekaligus salah seorang Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bukanlah pendatang baru dalam menyelenggarakan dan memimpin Istigotsah[1]. Pada tahun 2001, K.H. Saifuddin Amsir bersama murid-muridnya menyelenggarakan Istigotsah Akbar yang dilaksanakan di Masjid Istiqlal.[2] Hal ini menyedot perhatian khalayak jama’ah di Jakarta. Terbukti dengan begitu banyaknya jama’ah yang datang. Dan untuk selanjutnya setiap menjelang hari Ulang Tahun Jakarta pada 22 Juni, beliau tetap konsisten menyelenggarakan Istigotsah Akbar ditempat yang berbeda tiap tahunnya.

Menurut jejak rekam hidupnya, puncak Istigotsah yang beliau pimpin bertepatan dengan Harlah Nahdlatul Ulama yang ke-80 di Gelora Senayan, Jakarta.

Dan untuk tahun ini, beliau memilih kediaman pribadinya di Cipinang Melayu, Jakarta Timur sebagai lokasi Istigotsah Akbar pada malam 20 Juni 2009. Tema yang diangkat dalam Istigotsah kali ini adalah “ Harapan Kemunculan Pemimpin yang Tepat bagi Bangsa Indonesia “. Dengan ini diharapkan bangsa Indonesia mendapatkan pemimpin yang paling tepat untuk membawa dan mengayomi aqidah, ekonomi, politik, sosial, Budaya, hukum, keamanan, dsb agar rakyat Indonesia menjadi lebih baik dan sejahtera.[3]

Lebih dari pada itu, bertepatan dengan acara Istigotsah sebagai momentum berkumpulnya jama’ah untuk berzikir dan berdo’a, Zawiyah Jakarta dan Al-Asyiroh Al-Qur’aniyah -yang merupakan beberapa gagasan K.H. Saifuddin Amsir dalam menjaga Aqidah ummat Islam dan pelaksanaan ‘Amar Ma’ruf Nahi Munkar- diperkenalkan dan diluncurkan.

ZAWIYAH JAKARTA DAN AL-ASYIROH AL-QUR’ANIYYAH

Zawiyah Jakarta merupakan sebuah wadah belajar dan diskusi bagi para santri Betawi dan yang ada di Betawi untuk lebih mendalami Aqidah dan ajaran Ahlussunnah Waljama’ah, dengan bersandarkan pada tradisi salaf. Dengan menitikberatkan pada pemahaman akan sendi-sendi Al-Qur’an dan Al-hadits, ilmu pengetahuan, praktek, keadaan sosial kemasyarakatan, izzah sebagai muslim, dan diperkokoh dengan nilai-nilai ekonomi syari’ah sehingga lebih berdaya guna dan menyesuaikan zaman.

Diilhami dengan menggejalanya aliran-aliran Islam yang ‘condong kepada pemikiran Barat’ dan bermunculannya corner-corner di pusat pendidikan dan Kebudayaan; seperti British Corner, American Corner, dll. Zawiyah Jakarta[4] hadir dengan tujuan inti agar para santri dan diharapkan pula para Cendikiawan ‘tidak terlibat dan keluar’ dari pemikiran Islam yang telah ‘tercemar’ itu.

Tambahan pula, event ini juga mengusung kelahiran Al-Asyiroh Al-Qur’aniyyah. Institusi ini merupakan Sebuah institusi pendidikan untuk mendidik generasi pencinta dan penghafal Al-Qur’an. Institusi ini insya Allah menerapkan kurikulum baru dengan menggabungkan kurikulum berbasis perpaduan antara ilmu dan amal yang dititikberatkan pada I’jazul Qur’an, Aurad, dan Do’a-do’a Qur’ani.

Untuk memfasilitasi perwujudan dan perkembangan institusi ini, sarana-sarana penunjang eksistensi Zawiyah Jakarta saat ini sedang dibuat dan dikembangkan.

Elemen yang Terkait

Agar Harapan dan institusi ini dapat terselenggara dan berlangsung, banyak pihak yang harus dan diharapkan dapat terlibat.

  • Sebagai penggagas Zawiyah Jakarta, K.H. Saifuddin Amsir, mewakili kalangan Masyaikh, DR. H. Lutfi Fathullah mewakili kalangan ulama Hadith, dan DR. H. Mukhlis Hanafi mewakili kalangan ulama Tafsir. Para putera Betawi inilah yang sangat diharapkan pemikiran dan kerjasamanya dalam ilmu-ilmu keislaman yang tentunya menjadi tonggak penting agar institusi ini dapat berkembang, dikenal, dan dipercaya Masyarakat.
  • Sebagai Barisan penunjang diharapkan kepada para sarjana Islam Betawi yang berminat untuk terlibat secara aktif baik sebagai peserta, maupun sebagai personil yang dapat membantu untuk melaksanakan program-program yang ditawarkan dan dikembangkan.
  • Dari sisi ekonomi syari’ah sebagai bagian dari syari’ah mu’amalah, Zawiyah Jakarta mengusung gagasan yang muncul dalam perbincangan para ulama tradisional. Gagasan-gagasan tersebut secara kuat dimunculkan oleh Dewan Syari’ah Nasional (DSN) sebagai bagian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
  • Untuk memback-up dan menopang Zawiyah ini, perlu adanya ‘Pasukan Langit’ agar pemikiran dan institusi ini senantiasa mendapatkan perlindungan dan diberkahi oleh Allah SWT.

‘Pasukan langit’ ini dipimpin langsung oleh K.H. Saifuddin Amsir dengan jama’ah Hizbul Mustaghfirinnya. Yang Alhamdulillah sudah diadakan dan bertahan selama kurang lebih 20 tahun di kediaman pribadinya. Dengan zikir dan wirid yang diprioritaskan pada penjagaan diri dan keberkahan hidup dengan mendawamkan bacaan Hizib Imam Nawawi dan Hizib Hirosah pada setiap Kamis malam Jum’at ba’da Isya.

Menurut K.H. Saifuddin Amsir, terminology ‘Pasukan Langit’ ini secara khusus dinamakan untuk membedakannya dengan Forum Betawi Rempug (FBR) sebagai ‘Pasukan Darat’ yang dipimpin oleh Almarhum K.H. Fadholi El-Muhir. Namun keduanya mengaspirasikan Harapan untuk kemajuan, keharmonisan, dan penciteraan warga Betawi yang relijius.

PENUTUP

Dari semua yang dipaparkan diatas, hanya dengan pemikiran, kerja keras, waktu, partisispasi, moril, materil, restu, dan do’alah yang dapat membuat semua ini terwujud. Dan semoga dengan ini Masyarakat Betawi menjadi lebih relijius dan diberkahi oleh Allah SWT. Dan semoga bangsa Indonesia menjadi lebih terarah dengan memiliki ulama, Cendikiawan, umara yang tepat, diridhoi, dan diberkahi oleh Allah SWT.


[1] Istigotsah adalah permohonan penuh kesungguhan kepada Allah S.W.T.

[2] Untuk selanjutnya Istigotsah yang beliau adakan tidak lagi bertempat di Istiqlal. Karena selanjutnya beliau tidak lagi aktif mengajar disana.

[3] Tema ini juga disesuaikan dengan moment pemilu Indonesia.

[4] Penggunaan Zawiyah pada Betawi Corner ini lebih diharapkan menjadi tempat untuk mencari ilmu dan keberkahan yang ada pada Zawiyah kaum Sufi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s